"Aku yang salah"
Dia memiliki paradigma bahwa
apapun yang terjadi di dunia ini adalah tergantung dari bagaimana dia
mengendalikannya. Hey dunia ini bukan kamu aja, kamu bukan kausa tunggal yang
terlibat dalam sunatulloh kejadian tertentu. berhentilah bersikap unfair.
"Aku yang harus berubah"
Hidup memng harus terus berubah,
untuk beradaptasi menghadapi berbag dinamika. Tapi hey kamu juga perlu
berproses,, kamu tidak mungkin bisa menjadi kupu2 sebelum kamu melewati masa
kepompongmu. Jalani proses dengan sabar, memang butuh waktu. Tapi itu lebih
baik dibanding kamu memaksakan diri mejadi menjadi kupu2 sebelum kamu
berkepompong. Bukan indah, melainkan kerusakan yang kamu dapatkan. Ya memang
kamu harus berubah, tapi realistislah pada waktu yang mengiringi perubahanmu.
| https://unsplash.com/search/photos/introvert |
"Aku yang harus memperbaiki"
Tidak selalu kamu yang harus
memperbaiki diri, ada kasus dimana kamu
sudah sangat baik melakukan suatu hal. Tidak ada yang perlu di perbaiki. Cobalah
untuk sekali menyalahkan ligkunganmu dan mendorong mereka untuk melakukan
perbaikan. Jangan hanya mendorong dirimu
untuk memperbaiki dirimu saja, doronglah orang lain juga untuk memperbaikinya. Katakan
pada mereka bahwa mereka salah. Jika itu memang salah. Katakan pada mereka
bahwa kamu sudah cukup memberikan yang terbaik, dan tidak ada yang perlu kamu
perbaiki. Jika memang faktanya tidak ada hal yang perlu kamu perbaiki dan kamu
sudah mengupayakan yang terbaik yang kamu bisa
"Ah, ini semua hanya untuk penghibur aja"
Hey, terima realitas broo, apa
yang salah dari semua itu. Buka jendela kamarmu, supaya udara luar masuk dan
kamu bisa lihat bagaimana dunia berjalan, bagaimana orang lain menjalani
hidupnya. Jangan hanya melihat dunia hanya dari cermin kamarmu. Andaipun ini
huburan, lantas kenapa? Apakah kamu robot yang tidak butuh hiburan?
*Terimakasih, hei,,