saya sedikit percaya bahwa menulis bisa membantu seseorang untuk mengurai pikirannya dengan baik menata pikirannya sehingga menentukan arah perilaku yang lebih tertata dan terarah
menjelang usia 34 tahun merasa kembali merasakan fase baru dimana cara berfikir dan kapasitas ketahanan tubuh memerlukan penyesuaian, ditambah tuntutan yang juga dirasa semakin bertambah.
saat awal dewasa dulu, dimana setiap target harus dicapai secara ideal dan optimal, dimana waktu tenaga rasanya sedang dimasa puncak, banyak waktu yg dimiliki, banyak tenaga yg bisa dialokasikan kedalam berbagai hal.
iri sekali saya dengan saya yg dulu yg bisa bermimpi tinggi dengan semangat membara mencapainya.
di kondisi saat ini dimana waktu terasa amat terbatas, sulit dicari. tenaga berkurang ditambah dengan tuntutan yg semakin besar. mungkin juga sy bertanya2, yang membuat waktu dan tenaga berkurang itu apakah memang sejatinya berkurang atau tuntutannya yg bertambah.
dalam perenungan saya merasa hidup di usia ini adalah paket kombo penurunan energi, dimana kapasitas berfikir semakin berkurang, stressor semakin banyak, tuntutan semakin banyak, dan membuat berbagai capaian berubah dari ideal menjadi realistis.
ad banyak keinginan capaian yg hendak diraih membuat post tenaga waktu juga harus terpecah, membuat capaian sulit diraih secara ideal.
maka apa yg hendak dicapai saat ini adalah tetap bagaimana amanah terhadap tanggung jawab dengan sekuat kapasitas yg dimiliki, realistis terhadap capaian. tidak banyak menyalahkan diri sendiri terhadap capaian yg mungkin berbeda dengan harapai karena itu menguras energimu
dalam perenungan saya merasa hidup di usia ini adalah paket kombo penurunan energi, dimana kapasitas berfikir semakin berkurang, stressor semakin banyak, tuntutan semakin banyak, dan membuat berbagai capaian berubah dari ideal menjadi realistis.
ad banyak keinginan capaian yg hendak diraih membuat post tenaga waktu juga harus terpecah, membuat capaian sulit diraih secara ideal.
maka apa yg hendak dicapai saat ini adalah tetap bagaimana amanah terhadap tanggung jawab dengan sekuat kapasitas yg dimiliki, realistis terhadap capaian. tidak banyak menyalahkan diri sendiri terhadap capaian yg mungkin berbeda dengan harapai karena itu menguras energimu
tentukan prioritas, foks pada prioritas, kerahkan energimu terhadap prioritas, menghargai hasil konversi energimu apapun hasilnya. bersyukur atas tiap kecil usaha yang dilakukan.
setiap langkah besar kecil itu senantiasa memiliki makna ya, neng.
setiap langkah besar kecil itu senantiasa memiliki makna ya, neng.
No comments:
Post a Comment